Senin, 21 Januari 2013

Tips Memotret objek Bergerak

Memotret subyek bergerak tentu lebih sulit daripada memotret subyek yang diam. Contoh subyek bergerak misalnya pemain sepak bola atau mobil yang sedang berjalan.

Memotret Subyek atau Objek Bergerak

Untuk bisa sukses memotret subyek bergerak dibutuhkan kombinasi sistem lensa/kamera yang mumpuni dan teknik memotret yang baik. Teknologi saat ini baru memungkinkan kamera DSLR dalam memotret benda bergerak. Penggunaan kamera saku kebanyakan mengalami kegagalan karena lambannya kerja sistem autofocusnya. Namun bila anda pengguna kamera saku tidak ada salahnya meneruskan membaca artikel ini untuk menambah wawasan.

Umumnya di kamera DSLR anda ada setelan untuk mengubah sifat sistem autofocus (AF), beberapa menyerupai tombol geser/switch dan lainnya melalui menu. Ada tiga setelan autofocus, pertama adalah single, kedua adalah continuous dan ketiga adalah off/manual. Yang kita butuhkan adalah sistem continuous autofocus (continuous AF).

Sistem continuous autofocus mulai bekerja ketika tombol shutter setengah ditekan, mencari fokus pada titik autofocus yang ditentukan. Setelah fokus didapat kamera tidak akan berhenti memonitor pergerakan subyek pada titik autofokus tersebut. Apabila jarak antara kamera dengan subyek berubah maka sistem autofokus akan langsung menyesuaikan dengan jarak yang baru. Dengan demikian diharapkan subyek selalu dalam fokus sempurna. Sistem inilah yang kita butuhkan untuk memotret subyek yang bergerak.

Kamera anda mungkin memiliki beberapa titik autofocus yang tersebar membentuk formasi seperti berlian. Titik-titik autofocus ini bisa berjumlah 3, 9, 11 bahkan lebih. Satu hal yang pasti, selalu ada titik autofocus yang berada paling tengah. Titik-titik autofocus ini memiliki sensitifitas yang berbeda-beda dan yang berada paling tengah adalah yang paling sensitif. Artinya, dalam kondisi remang-remang sekalipun titik autofocus yang ditengah biasanya masih berhasil mendapatkan fokus, sementara dengan titik-titk autofocus yang lain sistem gagal mendapatkan fokus. Bila anda memiliki DSLR top end, anda boleh berlega hati karena hampir semua titik autofocus di kamera anda adalah dari tipe yang sensitif, tidak hanya yang di tengah. Memang ada harga ada rupa.
Hal-hal yang penting untuk dijaga selama pemotretan subyek bergerak adalah:

* Dengan continuous AF mengikuti subyek bergerak jaga kecepatan shutter speed cukup tinggi bila anda ingin subyek anda tampil “beku”
* bila menggunakan zoom jaga ukuran subyek dalam pandangan anda, bila subyek mendekati maka anda harus memundurkan zoom dan sebaliknya
* jaga subyek agar tetap berada pada titik autofocus yang dipilih, namun bila sistem autofocus kamera anda juga disertai sistem kecerdasan buatan “focus tracking” maka kamera secara otomatis akan memindahkan titik autofocus ke titik berikutnya dimana subyek kini berada andaikata subyek bergerak (baca manual kamera anda untuk fitur focus tracking)

Walaupun dengan sistem kamera canggih sekalipun tetap saja trik ini punya keterbatasan. Tidak selamanya hasil pemotretan akan menghasilkan foto yang tajam walau kita sudah mengikuti semua aturan. Gerakan subyek yang berubah tiba-tiba, kecerdasan buatan yang ditanamkan di kamera, kondisi cahaya di lapangan, semua menyumbangkan faktor bagi kesuksesan pemotretan subyek bergerak. Anda perlu mengambil beberapa foto sekaligus untuk memperbesar kesempatan anda mendapatkan foto yang baik.

Sekali lagi, tidak ada teori yang bisa menggantikan pengalaman berharga di lapangan. Terus giat berlatih untuk membuat tingkat keberhasilan menjadi lebih tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar